Kamis, 02 Desember 2010

AIR DICARI, AIR DIBELI, AIR DICURI


Air merupakan salah satu sumber vital untuk kelangsungan hidup. Mulai dari konsumsi, kebutuhan rumah tangga, hingga transportasi menggunakan air. Akan tetapi pemanfaatan air secara berlebihan dalam tahun-tahun terakhir mengakibatkan penyimpangan, seiring dengan berkembangnya zaman. Hal ini di sebabkan karena pertambahan penduduk yang begitu cepat terutama di wilayah perkotaan. Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat tanpa di ikuti dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS), juga menjadi faktor utama penyebab pencemaran air. Sehingga kualitas air dalam tahun-tahun terakhir ini menurun drastis. Faktanya, pencemaran terhadap air terus meningkat terutama dalam 5 tahun terakhir.  
Selain pencemaran akan berdampak pada kualitas air, pencemaran air di wilayah perkotaan juga dapat  menjadi suatu indikator terhadap sanitasi yang ada di wilayah perkotaan tersebut. Tingkat sanitasi yang buruk akan mencerminkan kumuhnya wilayah tersebut, dan juga akan menjadi sebuah media perkembangan penyakit.  
Jika di bandingkan dengan negara-negara maju, pencemaran lingkungan perairan juga terjadi. Akan tetapi telah ada suatu perencanaan penanggulangan yang telah dibuat untuk mengatasi krisis air. Perbedaannya dengan negara-negara berkembang adalah pada kepedulian terhadap lingkungan oleh penduduk.
Dahulu air menjadi suatu barang yang sangat disepelehkan, dalam artian bahwa dulu orang-orang tidak akan pernah terpikir akan terjadi krisis air bersih, sehingga dengan seenaknya merusak lingkungan sendiri. Dulu lingkungan bisa merecover diri sendiri terhadap kerusakan, akan tetapi sekarang lingkungan sudah kewalahan untuk mengurusi hasil kerja manusia. Lama-kelamaan kelangkaan air bersih mulai menyebar, terutama di kota-kota besar, sehingga air dicari. Lama-kelamaan lagi, air menjadi barang yang bisa bernilai ekonomis, sehingga air bersih di jual dimana-mana. Akhirnya, orang akan rela mencuri hanya untuk segelas air bersih (minum).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar